Sep 03 2010
Entaisme #30
Jika kau tidak bisa mendapatkan cinta seorang kekasih, hargailah persahabatan yang ia berikan.
If you can’t have a lover’s love, value a friendship you still have
pujangga.net – programmer melankolis
Sep 03 2010
Jika kau tidak bisa mendapatkan cinta seorang kekasih, hargailah persahabatan yang ia berikan.
If you can’t have a lover’s love, value a friendship you still have
Sep 01 2010
“I’M HAPPY FOR YOU”
Thats the hardest lie you can say to a past someone who found a new person to love.@DamnItTrue
Jul 11 2010
Knight and Day, bagai Jason Bourne kemampuan tarung setingkat superhero (cause he is way too good to be real). Walau tidak masuk akal … tapi, ya sudahlah. Namanya juga film.
Sebagai film action, Knight and Day adalah tontonan yang sangat menghibur.
Rating: 4.5 of 5. Rame!
Jul 03 2010
Too early saying “I love you” is like betraying a friendship
Kata “cinta” yang diucapkan terlalu dini adalah sebuah penghianatan terhadap persahabatan
.
.
Jun 19 2010
Ada 2 alasan yang membuat TEKKEN istimewa.
1. Nostalgia buat para mantan pemain game TEKKEN
2. Christine Montero yang sexy
Selain dari kedua hal diatas, rasanya TEKKEN cuma film action biasa yang mengumbar kostum-kostum sexy.
Setting dan plot cerita cukup bagus, tapi jalan cerita bisa dibilang standar, untuk wow factor saya masih lebih bagusan Jean Claude Van Damme’s Bloodsport dibanding dengan TEKKEN.
Film ini lebih cocok ditujukan pada para mantan pemain game TEKKEN. Nostalgia, Walau memang akan menemui beberapa kekecewaan.
Bikin film memang ngga gampang, tapi untuk ukuran Hollywood, akting para pemainnya terasa dangkal sehingga buat saya sendiri beberapa percakapan terasa seperti sinetron indonesia.
Pointless unnecessary sex scene (between Kazuya, Anna & Nina) is a bit annoying, ngga cocok. Lagian, apa-apaan lagih … Nina, Anna & Kazuya begituan.
ada di gamenya ah
Cuma untungnya ada Christie Monteiro (Kelly Overton) with sexy outfit. Jadi, rada betah lah nontonnya. Walaupun Anda penggemar TEKKEN, tidak akan terlalu dipuaskan dengan menonton film ini. Jadi, overall … ini cuma film biasa. So, my rating for this is 2.5 of 5
Jun 18 2010
Boy: “I want to be a superhero”
Girl: “Ow, you mean like Ironman? Superman? Spiderman? Or …”
Boy: “No, I wanna be YOURMAN”
May 23 2010
How come nobody’s ever tried to be a superhero?
Semua orang mungkin pernah bermimpi menjadi seorang superhero (setidaknya pada saat mereka kecil). Film ini mengingatkan kita pada impian itu
(if you ever had one)
Dave Lizewski, seorang maniak komik, membeli kostum dari internet dan menyebut dirinya superhero, Kick-Ass. No special skills, no super power, no special gadget.
gimana jadinya … ? funny things happens.
Tapi, ia bukan satu-satunya superhero. Ada Big Daddy (Nicolas Cage) dan Hit-Girl (Cloe Moretz), superhero sungguhan yang memang membasmi kejahatan, memburu bos mafia Frank D’Amico. Kick-Ass pun terbawa masuk dalam konflik ini.
Film action komedi, sangat menghibur. Tapi, meskipun demikian banyak adegan kekerasan ( + sexual content) so, you might not want to watch it with your kids.
Kesan lain nonton film ini adalah, Chloe Moretz sebagai Hit-Girl. Mengingatkan saya pada Dakota Fanning kecil (dulu, waktu masih lucu-lucu na)
Rating 3.5 of 5
May 16 2010
Selalu tertarik dengan kisah klasik yang kembali di-remake (apalagi sekarang yang maennya Russell Crowe). Buat saya, Robin Hood itu seperti ceritaan Cinderela Story, dimana pendekar tampan, menyelamatkan rakyat dari tirani dan sang putri yang cantik. Setidaknya, begitulah yang diceritakan Robin Hood difilm-film sebelumnya. Tapi semuanya itu hilang setelah nonton Robin Hood yang satu ini.
Pada dasar ini film ini adalah prequel. Menceritakan Robin Longstride, sebelum ia menjadi Robin Loxley, sebelum ia menjadi Robin Hood. Jadi lupakan ceritaan pendekar memanah yang merampok dari si kaya untuk yang miskin, lupakan Marion yang cantik. Yang ada, perang kolosal yang brutal, dan Marion sebagai ibu janda tua.
Buat saya Robin Hood ini lebih terkesan seperti film Gladiator versi Inggris (mungkin karena karakter Russell Crowe yang sudah begitu kental dengan Maximus Aurelius dalam Gladiator).
Banyak ngobrol, less humor, too serious. Berbeda dengan Robin Hood versi Kevin Cosner yang lebih kocak. Kalau dari segi cerita, memang bagus, lebih menyentuh hati. Tapi, karena sangking bedanya dari cerita-cerita Robin Hood yang kita kenal, jadinya ngga serasa nonton Robin Hood.
Rating: 3 of 5.