Oct 03 2005

obat + doa

Published by En Tay at 11:05 pm under Indonesia, Refleksi, personal

Rasanya … udah ampir setahun sejak papa kena stroke. Sejak saat itu, dia mengalami kesulitan koordinasi gerak, terutama untuk bagian tubuh sebelah kanan. Bisa dibilang, papaku itu dulunya orangnya emang pendiem. Jadi dengan keadaan seperti sekarang dia makin tambah banyak diem. Akhirnya, kaki dan tangannya menjadi sangat kaku.

Hari ini, ada seorang kenalan, menawarkan bantuan semacam pijat refleksi gituh. Yah … kenapa tidak?!? Lagian, orangnya (keliatannya) emang bener-bener punya niat baik.
Meyakinkan sih … sekali pencet … seolah-olah dia tau dimana letak titik sakitnya.

Tapi pas diliat-liat … pas pijet-pijet … dia agak komat-kamit baca doa. Dia seorang muslim. Jadi rasanya … agak nggak sreg kalau ada doa semacam itu. Juga kepada seorang tamu yang sakit maag (akut), dia memberikan sepotong dari tanaman lidah buaya dengan disertai jampi-jampi.
Apa itu mantra? magic? sihir? Force from the darkside?!? ?:(
tapi setelah dipikir-pikir lagi … mungkin itu emang cuma doa. Mungkin selagi memijat, dia berdoa kepada Allah agar diberi kesembuhan, atau dengan pijat yang dilakukannya, papa saya bisa disembuhkan. Intinya, dia berdoa agar Allah menolongnya memberi kesembuhan pada papa saya. Juga dengan potongan lidah buaya. Mungkin itu emang obat tradisional untuk penyakit maag, tapi dia juga menyadari kalau sesembuhan itu tidak datang dari obat, tapi dari Allah.

Klo dipikir-pikir lagi … itu baik. Buat saya sendiri itu menjadi teguran . Pada saat kita sakit, jarang rasanya kita berdoa kalau mau minum obat. Sering kali kita makan obat karena iklan memberi penjelasan bahwa obat ini bisa memberi kesembuhan, tapi seringkali melupakan kuasa yang memberi kesembuhan itu.

Jadi kalau ada kalau ada saudara-saudara kita yang tidak seiman berdoa pada saat mengobati kita, …jangan dulu berburuk sangka. Cobalah contoh mereka (tentunya pada keadaan dan konteks yang sesuai dengan Firman Tuhan). Kalau kita memberi obat pada teman atau melakukan sesuatu untuk menolong teman kita yang sakit, cobalah untuk berdoa dulu. Sadarilah bahwa kesembuhan itu datang dari atas.
Itulah pelajaran yang gw dapet hari ini ;)

Tapi … ;( saya ngomong gitu … saya sendiri masih jauh dari prakteknya.
Saya sendiri berdoa bagi kesembungan papa saya, tapi sejauh ini hanya pada saat-saat pribadi, disaat teduh. Tapi tidak pernah punya keberanian untuk mengajak papa saya untuk berdoa bersama. :( ngebayanginnya agak terrifying. :(
Must I?!? Sebenernya, saya sendiri selalu kurang terbiasa dengan doa bersuara. apalagi kalau harus tiba-tiba ngajak si papah berdoa. … rasanya … :( aneh(?!?)
Apa harus menunggu digerakan oleh Roh?!? atau … I dunno… just help me in u r pray.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply