Jun 17 2006

“Mungpung lagi ada Subsidi (SLT) …”

Published by En Tay at 9:31 pm under Indonesia, Public issues

Dulu … waktu BBM mau naik, sebagian besar masyarakat mengeluh sebagai “pengobatnya” maka diberikan Subsidi Langsung Tunai (SLT). Dengan maksud agar Subsidi yang asalnya untuk BBM dialihkan kebentuk subsidi yg lebih tepat sasaran.

Kalau dipikir … mungkin dengan cara ini bisa dikatakan subsidi lebih tepat sasaran. Subsidi BBM sebagian besar hanya bisa dinikmati masyarakan menengah atas, dengan SLT, setidaknya masyarakat bawah bisa ikut menikmati subsidi dalam bentuk yang lebih riil.

Walau memang, pada pelaksaannya banyak terjadi penyimpangan, tapi saya pribadi menganggap itu sebagai hal yang wajar, dalam artian, dilapangan memang dapat dibayangkan, betapa sulit menentukan mana kelompok masyarakat yang layak dan tidak layak untuk menerima SLT itu, mengingat kriteria-kriterianya yang semu.

Pada tanggal 15 kemarin, mendadak warung orang tua saya … agak laris. Para pembeli berdatangan untuk belanja, agak royal.
Orang yang biasa beli rokok 1 bungkus, sekarang beli 1 pak.
Ada yang beli rokok biasa rokok Rp. 5000, sekarang beli rokok Rp. 7500, 3 bungkus sekalian.
Ada yang beli makanan kiloan 1 ons-2 ons, sekarang borong ngga tanggung-tanggung 1 kilo.
Hampir semuanya seragam, bayar pakai uang Rp. 100.000,- yang masih ditempel pakai staples.

Nah, ini nih, orang-orang yang baru didapet SLT.
Kadang aneh juga, dapet subsidi, bukannya dipake buat bener, eh … malah dipake buat makan & rokok doang. Mungpang-mungpung dapet duit, gratis … pake senang-senang!
Gimana mau maju?!? :(
Jadi, menurut saya SLT bukan tidak tepat sasaran, tapi tidak tepat guna.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply