Dec 04 2007
Taufiq Ismail: Jam Kota
Pada hari ulangtahunku, kukitari kota kelahiranku
Setelah sebelas tahun tak menatap wajahmu
Pohon-pohon akasia pada tujuh bukit yang biru
Sekolah lama, gang-gang dipasar, batang-batang kenari
Dijauhan jam kota menjuang tinggiKotaku yang nanar sehabis perang
Wajah muram dan tubuh luka garang
Detak tapal kuda satu-satu
Wahai, pandanglah mukaku!Bioskop tua. Dindingnya pun retak-retak
Tempatku dulu takjub mengimpikan dunia luar
Jalan kecil sepanjang rel kereta api. Raung.
Beruang es dikebun binatang
Pedati kerbau merambati kota pegunungan
Memutar roda kehidupan yang saratdidepan rumah sakit aku berhenti sebentar
Memandang dari luar dindingnya yang putih
Rahim ibuku, disuatu kamarnya, melepas daku
Kedunia. Dan jam kota
Berdetak pagi hariGang-gang dipasar yang bersih, ibu-ibu pedagang berselendang
Bernaung ratusan payung-payung peneduh. Tukang kerupuk
Tukang ikan, pejual pecah belah
Anak-anak yang berkejaran distasiun bus
Wahai, mengapa kalian menundukkan muka?
Kotaku yang nanak sehabis perang
Wajah muram dan tubuh luka garang
Detak tapal kuda satu-satu
Wahai, pandanglah mukaku!



