Dec 09 2007
Lions for Lambs
Lions for Lambs, It’s the worst movie I’ve ever seen (sorry). Yah, begitulah. Rating 1 of 5.
Dibintangi oleh aktor dan artis papan atas seperti Tom Cruise, Robert Redford, dan Meryl Streep. Ini bener-bener film drama politik.
Secara garis besar, film terdiri dari 3 bagian. Bagian 1, dialog (1 jam lebih) antara Senator Jasper Irving (Tom Cruise) dengan seorang reporter, Janine Roth (Meryl Streep), dialog (1 jam lebih) antara Prof. Stephen Malley (Robert Redford) dengan salah seorang siswanya, Todd Hayes, dan perjuangan Lt. Col. Falco dan Ernest Rodriguez tengah pegunungan bersalju. Ketiga peristiwa tersebut terjadi secara paralel dan realtime. Jadi, seluruh film ini menceritakan peristiwa yang terjadi selama 1-2 jam.
Saya cukup bisa memahami gagasan yang berusaha disampaikan oleh sang penulis lewat film ini. Tapi, saya merasa ide cerita seperti ini sangat berat. Sangking beratnya, saya merasa ide cerita seperti tidak layak untuk difilmkan kedalam bentuk film seperti ini. Lebih cocok dibuat seperti dokumenter Fahrenheit 9/11 (see my review), atau langsung dimuat dalam surat kabar pada rubik POLITIK. Sebagai film, cerita seperti ini (menurut saya) sangat tidak menarik.
Tapi, menurut saya film ini akan cukup menarik jika Anda:
- Senang POLITIK, atau kuliah tentang ilmu POLITIK.
- Memiliki kemampuan mendengarkan dialog bahasa Inggris yang sangat baik sekali.
Selain dari itu, saya rasa Anda akan sependapat dengan saya tentang betapa buruknya film ini.
Satu hal, lagi. Film ini memberikan ending yang sangat mengejutkan sekali. Selagi saya masih bingung berusaha mengartikan maksud percakapan-percakapan mereka, … tiba-tiba muncul tulisan THE END. periksa kembali barang-barang bawaan Anda sebelum meninggalkan ruangan. (?!?) Ini benar-benar film yang memberikan ending yang sangat mengejutkan. ![]()




hehehe… untung saya belon nonton. haha. tadinya udah tergiur saat melihat wajah tom cruise terpampang di kolom bioskop bandung di pikiran rakyat… ;b
hahhaha terimakasih dikau menyelamatkan dompetkiuuuuu
kang sae lah blogna tukeran link yu
menurut saya, sah-sah saja bagi semua org untuk membuka matanya akan dunia perpolitikan (bukan yg memang suka ilmu politik seperti yg anda bilang tadi).
overall, pembawaan setiap scene-nya menarik meski hanya berupa dialog2, tp, tidak terasa membosankan. dengan hadirnya film seperti ini, seakan memberikan sebuah penyegaran bahwa tidak selamanya kita menonton film itu harus yang berupa hiburan, tp, juga film yang bisa membangun pikiran kita untuk mengkritisi suatu hal..
i think, everyone have their own point of view for this movie. and i think, the movie was great.
regards,
dhea.