Feb 13 2008
Rambo IV: The Serpent’s Eye
Nonton Rambo IV, agak sedikit nostalgia dengan masa lalu, my childhood hero.
Rating 4 of 5.
Mungkin Anda tidak menyangka, kalau difilm ini Sylvester Stallone sudah sungguh-sungguh berusia 61. Tapi, meskipun demikian, saya masih bisa melihat sosok John Rambo ini seperti seorang superhero. Maklumlah, it’s something from my childhood memories.
Entah untuk anak zaman sekarang. Mungkin klo nonton anak jaman sekarang tidak akan sebegitu-begitu amat. Diluar dari karakter Rambo sendiri, mungkin ini cuma film perang biasa yang menampilkan banyak sekali adegan kekerasan. Dulu sebagai seorang anak, saya masih bisa menganggap perang itu keren. Tapi difilm ini, jangan harap bawa anak dibawah umur, karena kekerasannya bener-bener ga layak ditonton anak dibawah 18 tahun. Tapi memang demikianlah perang. Perang itu bukan sesuatu yang bisa dibilang keren. Memang harus diakui, dari semua film Rambo, ini adalah yang paling realistis.
Heroes never die … They just reload.
tagline Rambo IV
Berbeda dengan Rambo 1,2, dan 3, yang sungguh-sungguh memperlihatkan Rambo itu hebat, one man show, perang melawan sekompi tentara tanpa luka yang berarti. Di Rambo IV, action Rambo lebih masuk akal. Tidak lagi petantang-petenteng masuk camp militer musuh hanya dengan modal 1 machine gun + panah + beberapa granat. Dan ingat dulu rambo, kalau ditembakin selalu ga kena-kena.
konyol memang kalau sekarang nonton lagi film Rambo jaman dulu.
Tapi memang demikianlah tipikal film Hollywood pada masa itu, America is the hero.
Saya sangat puas dengan film ini. Kalau ada Rambo V, mungkin saya masih cukup antusias nonton. Tapi … ga tau neh. Opa Sylvester-nya masih kuat ga? ![]()
Waw, saya juga seneng film-filmnya Stallone (Rambo dan Rocky tentunya). Tapi sayang saya gak nonton di bioskop, baru liat trailernya doank.