Jul 31 2008
The Dark Knight
You either die a hero or you live long enough to see yourself become the villain
In Batman Begins, we see how Bruce Wayne become Batman. In Dark Knight we see how a man become a villain.
Sebelumnya, saya sama sekali tidak tahu banyak soal resensi filmnya. Yang saya tahu hanyalah: It’s a Batman movie!
Menyaksikan setiap scene dengan penuh kejutan, tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Unexpectably … this movie is great. Rating 4 of 5.
Waktu lebih dari 2 jam, alur cerita sangat variatif, tidak membosankan. Tapi jikalau Anda membayangkan full non-stop action, mungkin Anda akan kecewa, karena cukup banyak juga dialog, dan alurnya cukup berat.
Memang banyak kehebohan tentang akting Heath Ledger dengan perannya sebagai Joker. Dan memang … selesai nonton film ini, saya lebih mengingat Joker dibanding Batman. Benar-benar luar biasa! tak salah disebut sebagai Batman’s arcenemy. Just being a psycopath, without a superpower, enought to bring chaos Gotham City.
Paham Post Modernisme … dimana kadang antagonis bisa lebih keren dibanding protagonis, kejahatan menjadi sesuatu yang relatif. Batman itu rasanya sudah menjadi biasa, sehingga melihat Joker dengan karakternya yang begitu eksentrik dan misterius justru lebih banyak menarik perhatian orang. Atau bahkan mungkin saat ini joker memiliki lebih banyak fans dibanding Batman-nya sendiri.
Atau sebut saja karakter lain seperti Hannibal Lecter, Jason Voorhees, Gabriel ‘Sylar’, atau David Rice (JUMPER). Jadi, rasanya tak heran kini banyak orang berfikir, it’s fine to be a bad guy.




