Nov 05 2009
Perjaka Terakhir
20 menit pertama nonton Perjaka Terakhir serasa nonton film warkop. Jadi, jika film ini muncul 20 tahun yang lalu, mungkin saya akan mendapati film ini sangat lucu. Tapi buat saya sekarang, saya merasa film ini terlalu lebai. Rating 1.5 dari 5.
Ceritanya terlalu dibuat-buat, banyak unsur komedinya yang terlalu dipaksakan, membosankan, dan mudah ditebak. Agak nyesel juga nonton film ini.
Aksi laga yang pada film ini pun, terlalu garing. Kayak film action buat anak SD. Tapi untuk ditonton anak SD pun film ini terlalu vulgar. Hal itu menjadikan film ini serba nanggung. Ga rame ah!
Di internet heboh-hebohnya karena Fahrani tampil topless, tapi … ah ga ada apa-apanya. Cuma keliatan tato dipunggung doang, itu pun cuma sekelibet, kurang dari 1 detik. Yah, biasa! tehnik marketing, bikin heboh.
Gw suka nonton film Indonesia. Tapi untuk yang satu ini, gw ngga rekomen.