Poem (Puisi)


Life is only traveled once. Todays moment becomes tomorrow’s memory. Enjoy every moment, good or bad, because the gift of life is life it self.
hv a blessed day!

sent by Venny


Artikel terkait:

  • No Related Post

>> Komentar? <<

Puisi dari Taufiq Ismail, tertanggal tahun 1966.

Tidak ada lagi pilihan lain. Kita harus
Berjalan terus
Karena berhenti atau mundur
Berarti hanyut

Apakah akan kita jual keyakinan kita
Dalam pengabdian tanpa harga
Akan maukah kita duduk satu meja
Dengan para pembunuh tahun yang lalu
Dalam setiap kalimat yang berakhiran:
“Duli Tuanku”?

Tidak ada lagi pilihan lain. Kita harus
Berjalan terus
Kita adalah manusia bermata sayu, yang ditepi jalan
Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh
Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara
Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
Dan bertanya-tanya diam inikah yang namanya merdeka
Kita yang tak punya kepentingan dengan seribu slogan
Dan seribu pengeras suara yang hampa suara

Tidak ada lagi pilihan lain. Kita harus
Berjalan terus

dari: Tirani

Artikel terkait:

>> Komentar? <<

Salah satu puisi dari Taufiq Ismail, tertanggal tahun 1971 - Paris.
========================================================

Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga.

Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat, sebagian berwarna putih dan sebagian hitam yang menyala bergantian.

Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa.

Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam karena seratus juta penduduknya,

Kembalikan
Indonesia
padaku

Hari depan Indonesia adalah satu juta orang main pingpong siang malam dengan bola telur angsa di bawah sinar lampu 15 wat.

Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang pelan-pelan tenggelam lantaran berat bebannya kemudian angsa-angsa berenang-renang di atasnya.

Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga, dan di dalam mulut itu ada bola-bola lampu 15 wat, sebagian putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,

Hari depan Indonesia adalah angsa-angsa putih yang berenang-renang sambil main pingpong di atas pulau Jawa yang tenggelam dan membawa seratus juta bola lampu 15 wat ke dasar lautan.

Kembalikan
Indonesia
padaku

Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa.

Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam karena seratus juta penduduknya.

Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat, sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian

Kembalikan
Indonesia
padaku

dikutip dari http://www.geocities.com/soho/museum/2737/p-taufiq.html#kembalikan

Artikel terkait:

Comments Off

Salah satu puisi dari Taufiq Ismail, tertanggal tahun 1966.

Tuhan kami
Telah nista kami dalam dosa bersama
Bertahun membangun kultus ini
Dalam pikiran yang ganda
Dan menutupi hati nurani

Ampunilah kami
Ampunilah
Amin

Tuhan kami
Telah terlalu mudah kami
Menggunakan asmaMu
Bertahun di negeri ini
Semoga
Kau rela menerima kembali
Kami dalam barisanMu

Ampunilah kami
Ampunilah
Amin.

dikutip dari http://www.geocities.com/soho/museum/2737/p-taufiq.html#doa

Artikel terkait:

>> Komentar? <<

Saat Tuhan menjawab doamu, Ia menambah imanmu…
Saat Tuhan belum menjawab doamu, Ia menambah kesabaranmu…
Saat Tuhan menjawab tapi bukan doamu, Ia memberikan yang terbaik untukmu.

Sent by Sera


Artikel terkait:

>>([2] Comments) Komentar? <<
When a greeting is sent..
From a distance..
I can’t hear WISHES..
I can’t see SMILES..
But I can sense CASE..
That comes from HEART
thank u.. ^^

sent by Venny


Artikel terkait:

  • No Related Post

>> Komentar? <<

Life is a book. Everyday has a new page, with adventures to tell, things to learn, and tales to remember. Wish you’ve a good chapter today. Happy a nice day.

sent by Melvia


Artikel terkait:

  • No Related Post

>> Komentar? <<

Salah satu puisi dari Taufiq Ismail, tertanggal tahun 1998.

Langit akhlak telah roboh di atas negeri
Karena akhlak roboh, hukum tak tegak berdiri
Karena hukum tak tegak, semua jadi begini
Negeriku sesak adegan tipu-menipu

Bergerak ke kiri, dengan maling kebentur aku
Bergerak ke kanan, dengan perampok ketabrak aku
Bergerak ke belakang, dengan pencopet kesandung aku
Bergerak ke depan, dengan penipu ketanggor aku
Bergerak ke atas, di kaki pemeras tergilas aku

Kapal laut bertenggelaman, kapal udara berjatuhan
Gempa bumi, banjir, tanah longsor dan orang kelaparan
Kemarau panjang, kebakaran hutan berbulan-bulan
Jutaan hektar jadi jerebu abu-abu berkepulan
Bumiku demam berat, menggigilkan air lautan

Beribu pencari nafkah dengan kapal dipulangkan
Penyakit kelamin meruyak tak tersembuhkan
Penyakit nyamuk membunuh bagai ejekan
Berjuta belalang menyerang lahan pertanian
Bumiku demam berat, menggigilkan air lautan

Lalu berceceran darah, berkepulan asap dan berkobaran api
Empat syuhada melesat ke langit dari bumi Trisakti
Gemuruh langkah, simaklah, di seluruh negeri
Beribu bangunan roboh, dijarah dalam huru-hara ini
Dengar jeritan beratus orang berlarian dikunyah api
Mereka hangus-arang, siapa dapat mengenal lagi
Bumiku sakit berat, dengarlah angin menangis sendiri

Kukenangkan tahun ‘47 lama aku jalan di Ambarawa dan Salatiga
Balik kujalani Clash I di Jawa, Clash II di Bukittinggi
Kuingat-ingat pemboman Sekutu dan Belanda seantero negeri
Seluruh korban empat tahun revolusi
Dengan Mei ‘98 jauh beda, jauh kalah ngeri
Aku termangu mengenang ini
Bumiku sakit berat, dengarlah angin menangis sendiri

Ada burung merpati sore melayang
Adakah desingnya kau dengar sekarang
Ke daun telingaku, jari Tuhan memberi jentikan
Ke ulu hatiku, ngilu tertikam cobaan
Di aorta jantungku, musibah bersimbah darah
Di cabang tangkai paru-paruku, kutuk mencekik nafasku
Tapi apakah sah sudah, ini murkaMu?

Ada burung merpati sore melayang
Adakah desingnya kau dengar sekarang

dikutip dari http://www.geocities.com/soho/museum/2737/p-taufiq.html#burung


Artikel terkait:

>> Komentar? <<

Untuk cinta itu, menunggu aku bisa.
Untuk cinta itu, banyak hal bisa kulakukan.
Untuk cinta itu, menyerah adalah tidak ada.

Tapi (sadar),
untuk cinta itu juga, nalarku harus berfikir lebih keras.
Karena cinta juga, harus masuk akal.


Artikel terkait:

  • No Related Post

>> Komentar? <<

Bangkit itu Susah.
Susah melihat orang lain susah,
senang melihat orang lain senang.

Bangkit itu Takut.
Takut untuk korupsi,
takut untuk makan yang bukan haknya

Bangkit itu Mencuri,
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi.

Bangkit itu Marah,
Marah bila martabat bangsa dilecehkan.

Bangkit itu Malu,
Malu menjadi benalu
Malu karena minta melulu

Bangkit itu Tidak ada.
Tidak ada kata menyerah,
tidak ada kata putus asa

Bangkit itu Aku,
untuk Indonesia-ku

Puisi yang dibacakan oleh Deddy Mizwar pada salah satu iklan layanan masyarakat di TV, dalam rangka 100 tahun kebangkitan nasional. Bagus!

Ada yang tau ini karya siapa?


Artikel terkait:

  • No Related Post

>> Komentar? <<

Next Page »