Things I wrote


Untuk cinta itu, menunggu aku bisa.
Untuk cinta itu, banyak hal bisa kulakukan.
Untuk cinta itu, menyerah adalah tidak ada.

Tapi (sadar),
untuk cinta itu juga, nalarku harus berfikir lebih keras.
Karena cinta juga, harus masuk akal.


Artikel terkait:

  • No Related Post

>> Komentar? <<

Orang bilang: cinta itu tidak harus saling memiliki … :(

OK lah! anggap saja itu benar.
Tapi, dimanakah kamu saat aku membutuhkanmu?
(walau hanya sebagai teman)

Sebagai teman … akan selalu ada pagar yang lebih tinggi,
sehingga kita tidak lagi bisa seperti dulu. :(

andai saja… andai saja…
aku boleh memiliki.


Artikel terkait:

  • No Related Post

>> Komentar? <<

Sudah berapa lama kita tidak bertemu?!? Setahun … dua tahun … tiga tahun … ah ….! Ya! 3 tahun. Waktu itu, aku ingat kau masih mengenakan seragam putih abu. Didepan lab, waktu jam istirahat. Pertemuan singkat, perkenalan singkat, percapakan singkat. Mungkin kau tidak tahu, betapa hal itu begitu berarti buatku. Tapi, apakah kau masih mengingat aku? Ah… jangan-jangan, namaku pun kau tak ingat.

Tadi, sesekali kita beradu pandang. Aku masih sama seperti dulu. Selalu grogi. Jadi, maafkanlah kalau tadi aku “pura-pura tidak kenal”. Aku malu! takut kalau kalau-kalau kau memang sudah benar-benar melupakanku. Lagi pula, tidak enak rasanya kepada teman priamu.

Padahal … malam tadi, kau berdandan begitu cantik. Ingin memandangimu, tapi rasanya itu tidak sopan. Andai saja … aku punya mata ke-3, sehingga aku bisa terus memandangimu. Bukan karena nafsu. Tapi, … aku benar-benar merindukanmu.

Ah, semoga saja … suatu kali kelak. Aku akan bisa memandangimu tanpa harus sembunyi-sembunyi. Karena saat itu, kau mengenaliku dengan namaku.


Artikel terkait:

  • No Related Post

>> Komentar? <<

Aku merindukanmu,
seperti malam merindukan bintang.
Karna tanpamu,
malam hanyalah gelap.
Tanpamu,
tiada aku sempurna.


Artikel terkait:

  • No Related Post

>> Komentar? <<

Angin,
sampaikan salam rinduku padanya,
ceritakan betapa aku masih.
Tanyakan, bilakah mereka putus?
karena besar masih sayang dan harapku.


Artikel terkait:

  • No Related Post

>> Komentar? <<

undo.jpg - taken from http://flickr.com/photos/dps/I’ve made a mistake.
I search for the UNDO button, but can’t find it.
I keep pressing Ctrl+Z,
but nothing seem to happen.
’till then I realize, I live in the real world.

I wish life has an UNDO button.
If there’s no, I really wish for a second chance.


Artikel terkait:

  • No Related Post

>> Komentar? <<

Andai aku adalah dia,
aku akan menjadi raja
didalam kerajaan cinta yang kita bangun bersama,
karena cintamu yang suci memahkotaiku dengan kehormatan.
Singgasanaku adalah berada disampingmu,
disaat senangku ketika kau tertawa gembira bersamaku,
disaat susahku ketika kau pegang tanganku dan berkata
“… tetaplah kuat, aku akan berdoa untukmu … ”

Andai aku adalah dia,
aku akan menjadi pengeran rupawan
seperti yang banyak diceritakan
dalam banyak dongeng sebelum tidur.
Bukan karena perutku yang agak buncit,
Bajuku yang selalu kucel,
Atau karena rambutku yang jarang kusisir.
Tapi itu karena ada engkau disampingku.
Tanpamu, aku hanyalah pengeran kodok
yang merindukan ciuman dari seorang puteri.

Kau membuat aku bisa berjalan tegak
dengan dada membusung,
diantara banyak insan berdua yang sedang bercinta.
Semua pria akan melihatku dengan iri,
“betapa dia adalah wanita yang hebat,
betapa beruntungnya pria ini …”

Andai aku adalah dia,
tapi aku bukanlah dia.
aku hanya bisa memandang dia dengan iri.
Oh cinta, betapa aku iri pada pria yang kau pilih.


Artikel terkait:

  • No Related Post
>> (1 Comment) Komentar? <<

Jika cinta turun dalam wujud kecantikan,
mungkin aku akan mencintai Agnes Monica

Jika cinta turun dalam wujud suara yang merdu,
mungkin aku akan mencintai Siti Nurhaliza

Jika cinta turun dalam wujud kebaikan,
mungkin aku akan mencintai Bunda Teresa

Jika cinta turun dalam wujud kekayaan,
mungkin aku akan mencintai Paris Hilton

Jika cinta turun dalam wujud bibir seksi,
mungkin aku akan mencintai Angelina Jolie

Jika cinta turun dalam wujud sepasang kaki yang indah,
mungkin aku akan mencintai Cameron Diaz

Tapi, karena cinta turun dalam wujud anugerah,
maka aku mencintaimu.


Artikel terkait:

  • No Related Post
>>([2] Comments) Komentar? <<

Mungkin terdengar agak sedikit ‘lucu’,
“Cinta itu seperti jelangkung“.
Datang tidak dijemput,
Pulang tidak diantar.

Ia datang tanpa dicari,
Tanpa disadari, selama ini ia ada disampingnya.
Tapi celakanya semua disadari
sesaat setelah ia pergi.

Ia berlari meraih tangannya, memohon kepadanya.
“Aku mencintaimu, maafkan selama ini kalau aku tidak
pernah memiliki cukup kata untuk menggungkapkannya,
sedikit perbuatan sehingga membuatmu ragu”

“Aku mencintaimu! Jangan pergi!
tetaplah disini, disampingku!”
Namun terlambat, sayap telah membawanya pergi,
Meninggalkan banyak penyesalan.

Alangkah bahagianya orang yang bisa
merasakan cinta ketika ia ada,
mencintai cinta disaat kesempatan itu ada.

Betapa malangnya pria ini.
Marah, menyesali kebodohannya sendiri.
Sepanjang hari menghukum dirinya dengan penyesalan.

“Mengapa…
Mengapa…
Mengapa…


Artikel terkait:

  • No Related Post
>>([6] Comments) Komentar? <<

Bersayap, tapi tak bisa terbang.
Bersuara indah, tapi hanya lantunkan kidung duka.
Penghuni sangkar emas hidup dengan setengah jiwa.
Hatinya senantiasa rindukan kebebasan.


Artikel terkait:

  • No Related Post

>> Komentar? <<