Public issues


Saya dimintai bantuan oleh seorang teman saya untuk menolongnya membuka situs PSB Bandung.
Hasil PSB … diumumnya secara online? :) bagus! kemajuan.
Saya sendiri tidak tahu banyak soal ini. Jadinya, just ask uncle google. Alhasil, muncul situs www.psbkotabandung.web.id sebagai hasil pencarian teratas.
situs PSB Bandung (?)
Setelah menunggu sekian lama, cuma itu yang saya dapat.
Menjelang magrib saya coba lagi … masih tetap sama.

Sayang sekali. Saya rasa bagus sekali, usaha pihak panitia penerimaan siswa baru ini. Hanya saja … mungkin kurang persiapan, server down!

Situs PSB ini mungkin cuma dibutuhkan pada masa-masa PSB. Tapi, ada baiknya … bisa dipersiapkan dengan baik. Soalnya … dibayangkan traffic server-nya, sebut saja bila 20% dari seluruh siswa dibandung ini coba mengakses situs ini dihari yang sama. :)


Artikel terkait:

  • No Related Post

>> Komentar? <<

Sebuah papan petunjuk yang ditemui di Ciater. Ditulis dalam 2 bahasa. Maksudnya sih baik, supaya orang asing bisa ngerti. Tapi, duh … bahasa Inggrisnya, bikin malu deh!

Coba cari 6 kesalahan bahasa (mungkin lebih) yang ada dipapan petunjuk dibawah ini.

Fail English

Foto kontribusi Ivanna.


Artikel terkait:

  • No Related Post

>> Komentar? <<

Lionel LuthorMungkin agak basi klo sekarang ngomongin soal bapak kita. Tapi, terlepas dari soal ampun-mengampuni, atau berbagai isu lainnya, tiba-tiba saja saya teringat sebuah dialog Lex, kepada Clark (serial Smallville).

Lex: In his own way he’s (Jonathan Kent) just trying to give you something my father (Lionel Luthor) never gave me.
Clark: What’s that?
Lex: Limitations. All my father ever told me was “don’t get caught” and “don’t cause a scandal.” That’s not love, it’s public relations. You have no idea how lucky you are. When my father dies, kings will come to his funeral but when yours does, his friends will come.

dikutip dari www.tv.com

(Tanpa mengurangi rasa hormat,) Ketika bapak kita meninggal, banyak pemimpin dari berbagai negara datang. Banyak rekan kerja dimasa pemerintahannya dulu datang melayat. Tapi, apakah itu memang diikuti rasa bela sungkawa yang sungguh? atau memang cuma karena politik? formalitas? atau sekedar kunjungan kenegaraan?


Artikel terkait:

  • No Related Post

>> Komentar? <<

Wah … bener tidak ada banyak yang tau soal Hari Guru di Indonesia. *hiks*

Cukup bangga dong, sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru, dan diperingati secara nasional. :) Ada acara kecil yang diadakan ditempat saya mengajar yang diadakan oleh siswa siswi SMAK 1 BPK PENABUR Bandung. Sederhana, mungkin agak bersifat formalitas, tapi … saya cukup senang. :)

Dinyanyiin lagu “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”, kalau sudah jadi guru, dinyanyiin lagi itu kadang suka terenyuh sendiri. Yah, … Jadi seorang guru memang bukanlah hal yang mudah. Tapi, meskipun demikian, saya mencintai pekerjaan saya. Ada talenta yang Tuhan berikan kepada saya, yang tidak banyak orang bisa melakukan apa yang bisa saya lakukan. Saya bersyukur bisa menjadi guru (walau honor sering kali pas-pasan :D ).


Artikel terkait:

  • No Related Post
>> (1 Comment) Komentar? <<

Brian MarshallAda 2 hal yang hari ini membuat saya bahagia. Pertama, hasil test darah SGPT-ku yang menunjukan hasil yang baik; kedua adalah karena saya bertemu salah seorang “murid” saya dulu waktu di SMP, Brian Marshall yang baru pulang dari Kroasia untuk mewakili Indonesia di International Olympiad in Informatics 2007 (IOI). Bukan saja itu, tapi boleh pulang ke Indonesia dengan mempersembahkan mendali perunggu untuk Indonesia. :)

Perunggu itu bukan emas … emang! tapi … meskipun demikian menjadi peringkat 116 (dari 282 peserta) dalam turnamen tingkat internasional, dan memperoleh perunggu. Buat saya sendiri itu adalah sesuatu yang mengagumkan. Huray….! Praise the Lord!

Me & IOI 2007 Bronze MedalWaktu SMP dulu, saya sempat mengajarkan dia “sedikit” dasar-dasar pemrograman, kalau dibanding dengan apa yang ia miliki sekarang, mungkin ilmu yang dulu saya berikan itu cuma segenggam garam bagi lautan. Tapi … :) saya cukup “bangga” karena oleh kemurahan Tuhan juga, saya menjadi tangan yang memberikan segenggam garam itu. :)

Hal itu, memicu saya untuk terus berkarya dibidang yang saya tekuni saat ini, yaitu pendidikan. IOI 2009 … semoga saya masih bisa berkarya dengan mencetak insan baru yang bisa turut serta dalam ajang itu (and even better :) ). So help me God.


Artikel terkait:

  • No Related Post
>>([2] Comments) Komentar? <<


Menjelang 17 Agustus, rasa-rasanya jadi rada melow. Selain karena peristiwa kemaren, suasana di tempat kerja yang tiba-tiba aja jadi banyak aksesoris kemerdekaan, jadinya … kebawa nasionalis deh. :)

Mengingat puisi Malu (Aku) jadi Orang Indonesia oleh Taufiq Ismail, mengingatkan kembali … keberadaan saya sebagai seorang warga Indonesia.

Apa saya malu menjadi orang Indonesia?!? :)
Yah …, kadang …
Angkot sliweran senenaknya dijalan,
Pejabat korupsi,
Polisi lalu lintas berlagak preman,
Siaran TV kebanyakan sinetron.

Tapi meskipun demikian gw cukup “bangga” jadi orang Indonesia. :)
Masih ada hal-hal yang masih bisa “dibanggakan”

Negara ini negara hebat. Koes Plus bilang lautnya seperti kolam susu, tanahnya ditanam saja bisa tumbuh. Yah, walau memang sering punya mimpi untuk punya “kehidupan lebih baik” dinegara lain.

Tapi hidup di Indo juga asik kok!
Untuk beberapa hal, ada banyak hal yang mudah,
misal bikin SIM ngga perlu ujian juga bisa jadi. :D
Klo ditilang, kadang suka ada polisi yang baik hati dengan menawarkan ’sidang di tempat’. :)
Makanannya … bervariasi, dari yang pedas, hambar, halal, haram, mentah, masak sampe yang busuk … juga ada!
Banyak software bajakan. Jadi bisa belajar komputer lebih leluasa. :)

Pokoknya … asiklah! :)

Walaupun saya dilahirkan dari 2 orang dari garis turunan ras Mongoloid, tapi saya orang Indonesia. Kebanyakan dari kami kurang nyaman dengan sebutan cina. Yah, karena memang kata itu agak identik dengan ejekan. Ibarat kata bule bagi orang barat. Biasanya kami lebih nyaman bisa disebut chinese atau “cung-quo-jen” (中国人).
Tapi, … sebenernya kami juga “ing-ni-jen”! :)

Yah … harus fair dong! mau tinggal disini, tapi ngga mau jadi warga … khan aneh.
Jadi … klo mau tinggal di Indonesia, harus mau menyebut diri “Orang Indonesia” :D

:)

Jadi, walau mata gw sipit, kulit agak kuning langsat. Secara genetik, gw keturunan ras Mongoloid. Orang bilang gw rada mirip ama Leo Ku. :) Tapi, … gw orang Indonesia, gw “Ing-ni-jen” :)

Jadi buat negeriku yang mau merayakan ulang tahunnya yang ke-62!
DIRGAHAYU! Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi!


Artikel terkait:

  • No Related Post
>>([3] Comments) Komentar? <<

Sebelum ada Empat Mata dan EXTRAVAGANZA, ada 2 komedian yang selalu menjadi sumber inspirasi sekaligus komedian favorit saya: Komeng dan Taufik Savalas. Sayang kalau ternyata yang satunya harus pergi terlebih dahulu.

Gajah mati meninggalkan gading, macan mati meninggalkan taring, manusia mati meninggalkan nama…

Begitu ujarnya yang sempat dilontarkan dalam suatu dokumentasi wawancara Taufik Savalas disebuah infotainment. Tapi tak menyangka dia harus meninggalkan namanya begitu cepat. Tapi, memang benar, setelah peristiwa yang merenggut nyawanya itu, orang banyak yang merasa kehilangan dia. Bukan kerena lawakannya, tapi karena sifatnya yang dermawan dan selalu suka membagi. Sehingga bagi bangsa Indonesia, mungkin peristiwa meninggalnya Taufik Savalas lebih menggemparkan dibanding kepergian Bunda Theresa.


Artikel terkait:

  • No Related Post

>> Komentar? <<

Tadi … liat performance Sherina di Indonesian Idol, nyanyi lagu Ku Disini. Ternyata tidak “seburuk” yang saya tulis kemarin. Nyanyi + maen keyboard … wow! that cool! Tambah lagi lagu-lagunya adalah lagu ciptaan sendiri, itu sesuatu yang sangat luar biasa, ngga semua lho penyanyi kayak gitu. Jadi, ralat perkataan saya kemarin. But still…, klo emang image Sherina itu bakalan seperti di video clip Sendiri… horor! jangan sampe deh! :(


Artikel terkait:

  • No Related Post

>> Komentar? <<

Sherina KecilSaat saya remaja dulu, klo dibilang “tokoh idola” … mungkin saya akan menyebut beberapa bintang cilik pada saat ini. Sherina, Nikita, & Agnes Monika (saat dia masih jadi presenter acara Tralala-Trilili gw udah nge-fans lho! abis … “lucu” :D ) Dari dulu, saya melihat mereka bertiga memiliki potensi yang “luar biasa”, tak sabar menunggu “kabar” mereka saat mereka dewasa nanti.

Nikita … masih tetap setia dengan jalur musik yang GOSPEL. Cukup nge-fans, ngumpulin juga album-albumnya. Waktu kecil … lucu. Udah gede … makin lucu.

Agnes Monika … beyond expectation. Tidak menyangka dia bakal sesukses dan se-lucu sekarang. Siapa sangka, presenter acara anak, multi-talenta, pinter, cantik, … pokoknya mah every man’s dream. :)

Sherina MunafSherina … gw nge-fans banget. Gw punya albumnya lengkap (walau bajakan :D). Sekarang memang jauh lebih dewasa. Tapi saya agak kecewa dengan image Sherina yang dia pilih saat ini. Ngga cocok dong! Dari gadis imut yang nyanyi lagu Andai Aku Besar Nanti, setelah bertahun-tahun menghilang, pas muncul langsung tampil dengan image rock. :( Aneh! Mana video clip-nya aneh :( agak mengecewakan.

Yah … memang pilihannya seperti itu kali. Pertama kali .. agak shock! Masih penyesuaian diri. Coba lihat setelah beberapa waktu … tetep kayak gini … cocok ya ya?!? Tapi … saya pribadi lebih mengharapkan Sherina dewasa itu seperti Gita Gutawa saat ini. She’s good! Semoga saja dia tidak mengubah imagenya se-drastis Sherina saat ini.

Kemaren nonton FTV berjudul “Bodyguard Cantik”, eh .. disana ada Tasya. Tahu khan? Bintang cilik lucu … eh … sekarang udah gede … quite lovely. Semoga aja … dia juga ngga tidak merubah image dirinya terlalu jauh.


Artikel terkait:

  • No Related Post
>> (1 Comment) Komentar? <<

Amplop Ujian NasionalUjian Nasional tahun ini merupakan kali pertama kalinya saya ikut mengawas. Tahun ini saya mendapat bagian untuk mengawas di SMA PASUNDAN 2. 3 hari ujian … bersyukur semuanya boleh berjalan dengan baik. Lancar, tidak ada yang neko-neko.

Tapi … mendengar beberapa cerita sesama rekan guru lainnya yang mendapat bagian ngawas di sekolah lain, mereka memiliki cerita yang berbeda.

Ada sekolah yang murid-muridnya bener-bener “terbiasa” untuk bekerja sama saat ujian. Ditegur, dipelototin guru pun dengan tenangnya tetap tanya jawaban kiri-kanan. Kalau cuma 1-2 orang … mungkin tinggal dicatat diberita acara, paling ujian ngga lulus. Tapi kalau sampai 1 kelas “kerja sama” … mau bagaimana? Rasanya sebagai guru tidak sampai hati juga untuk melakukan itu. Mereka itu anak didik orang lain (pengawas Ujian Nasional adalah guru dari sekolah yang berbeda). Bagaimana jadinya kalau 1 kelas dinyatakan “gagal” karena nyontek. Bisa masuk TV tuh.

Yang lebih memprihatinkan lagi … adalah rekan guru yang kebagian mengawas di sekolah kecil di daerah pinggiran kota. Kelas 3 cuma 2 kelas, dandanan kumel, tampang preman. Tidak peduli soal ijazah SMA, datang ke sekolah cuma iseng. Nyontek, ditegur malah nantangin. :( Kata pihak sekolahnya juga bilang: “… biarin aja, dimaklum. Mereka mau dateng aja udah untung…” Yah … mau gimana lagi!

Berbagai pemberitaan dimedia tentang kebocoran soal Ujian Nasional, memang sangat disayangkan. Tapi, buat saya pribadi jauh lebih disayangkan lagi adalah keadaan mental remaja seperti diatas. Tidak peduli soal pendidikan, dimana sekolah cuma bagaikan kegiatan membosankan.

Jadi … mana yang lebih “parah”. Kebocoran soal atau siswa yang ngga berniat lulus?!?


Artikel terkait:

  • No Related Post

>> Komentar? <<

Next Page »