Archive for the 'Refleksi' Category

Jul 08 2009

Cinta & Pernikahan

Published by En Tay under Indonesia, Poem (Puisi), Refleksi

Murid bertanya kepada gurunya, “Apa itu cinta?”

Gurunya menjawab, “pergilah ke ladang gandum dan petiklah sebulir yang besar, kemudian kembalilah. Tapi peraturannya adalah: engkau hanya boleh melewatinya sekali saja, dan kau tidak boleh kembali lagi untuk memetik.”

2 responses so far

May 11 2009

Beautifully Imperfect

Published by En Tay under Indonesia, Refleksi

Terjemahan:
Saya tidak akan menyampaikan pujian kepada mendiang suami saya,
atau bercerita betapa baiknya dia.
Banyak orang telah melakukannya disini.
Tetapi,
saya mau menceritakan sesuatu yang mungkin akan terdengar kurang nyaman,
pertama, saya akan bercerita tentang apa yang terjadi saat kami tidur
Pernah mengalami kesulitan menyalakan mesin mobil Anda di pagi hari?
(Grrrrrrrhhh…. Grrrrrrrhhh…. Grrrrrrrhhh….)
Ya, sersis seperti itulah David mendengkur.
Tapi, itu belum apa-apa [...]

No responses yet

Jan 14 2009

“Gimana rasanya pacaran?”

Saat aku awal aku memiliki seorang kekasih, orang bertanya: duh, dah punya cewe yah sekarang… gimana rasanya?
Rasanya seperti: Naik gunung!
Susah payah mendaki
Sampai dipuncak: hah… akhirnya.
Dari atas memang dunia tampak lebih indah.
Tapi disaat yang sama,
ia juga melihat masih banyak puncak gunung yang lebih tinggi,
betapa kecilnya gunung tempat ia berpijak pada saat ini.
Apakah cukup aku mendirikan rumahku [...]

3 responses so far

Aug 21 2008

Que Sera Sera

Published by En Tay under Indonesia, Musik, Refleksi

Que sera sera means whatever will be, will be. Lagu pertama dinyanyikan dalam film The Man Who Know Too Much oleh Doris Day.
Entah diambil dari bahasa apa, tapi … the song is quite … relaxing (and inspiring).
Tiap hari, tiap saat, setiap hal yang kita pikirkan, setiap hal yang kita katakan, setiap hal yang kita lakukan; [...]

No responses yet

May 29 2007

Berita Sukacita – Budiman Elkana

Published by En Tay under Indonesia, Refleksi, Rohani

Pada koran KOMPAS, Senin, 28 Mei 2007. Saya menemukan sebuah obituari yang cukup “unik”.
Berita Sukacita. Bapak Budiman Elkana sudah dipangkuan Kristus.
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan, Filipi 1:21.
Terimakasih kepada semua rekan dan keluarga yang telah memberikan perhatian, dukungan, dan doa. Persahabatan kita, sebaliknya segala sesuatunya akan menjadi lebih indah. Tuhan Yesus memberikati [...]

2 responses so far

Oct 03 2005

obat + doa

Published by En Tay under Indonesia, Refleksi, personal

Rasanya … udah ampir setahun sejak papa kena stroke. Sejak saat itu, dia mengalami kesulitan koordinasi gerak, terutama untuk bagian tubuh sebelah kanan. Bisa dibilang, papaku itu dulunya orangnya emang pendiem. Jadi dengan keadaan seperti sekarang dia makin tambah banyak diem. Akhirnya, kaki dan tangannya menjadi sangat kaku.
Hari ini, ada seorang kenalan, menawarkan bantuan semacam [...]

No responses yet